Rasa gelisah yang tak pernah usai
Kini kegundahan semakin menguasai hati
Fikiranku diambang kehampaan..
Entah mengapa aku ini?
Aku merasa bahwa aku bagaikan butiran debu,
Keberadaanku tak pernah di hiraukan
Aku tersisih dari keramaian dunia luar
Dimana kini aku hanya bisa duduk terpaku sendirian..
Berbaur dengan keheningan malam yang sunyi senyap
Tak ada hal istimewa yang mampu merubah suasana..
Hening..Hening..Hening..
Sepi..Sepi..Sepi..
Aku benci kesunyian!
Ya Tuhan, kemanakah dia yang selalu menemaniku?
Kemanakah dia yang selalu menghiburku?
Hampa terasa tanpa kehadirannya..
Tiada lagi yang mampu mengobarkan suasana sepi..
Aku benar benar ingin kembali pada massa itu..
Dimana dia selalu ada untukku
Canda tawanya selalu terbayang-bayang
Dia selalu mempunyai cara untuk membuatku tersenyum..
Dengan kehadirannya saja aku sudah terbuai olehnya..
Susah sekali rasanya untuk berdiri sendiri tanpanya..
Aku sangat merindukannya..
Kala sepi menggelayuti jiwa,
Aku tak sanggup..
Aku tak sanggup untuk terjebak pada bayang bayang itu..
Yang ada hanya penyesalan yang menghapiriku..
Kala hampa terasa..
Hanya dirimulah yang aku rindukan..
Hanya dirimulah semangatku..
Nostalgia cukup sampai disini..
Aku akan bangkit dan memulai hidup baru
Kau akan selalu aku ingat,
Sampai kapanpun..
Jangan lupakan aku..
Ketika pandangan kita di batasi oleh waktu,
Hati kita tetap saling berpadu..
MUHAMMAD NURUL ADIB
No comments:
Post a Comment