Ya Allah Ya Robbul 'izzati..
Telah engkau labuhkan mahligai cinta di hatiku..
Maka jadikan cinta ini sebagai penawar gersang kehidupanku..
Telah engkau tanam benih cinta di Qalbu ku..
Maka jadikan bunga-bunga cinta sebagai penghias kisahku..
Ya Allah Ya Rohmanu Ya Rohim..
Ku titipkan cinta ini..
Hiasilah dengan ke imanan..
Perindahlah dengan ketaqwaan..
Kuatkanlah dengan kepasrahan..
Dan wujudkanlah dengan ikatan yang engkau Ridhoi..
Ya Allah Ya Muhaiminu Ya Salam..
Jika cinta ini mengantarku pada derajat kekasihMu,
Maka jaga cinta ini agar tetap pada Ridhomu..
Jika cinta ini menjadi mahar cintaku padaMu,
Maka muliakanlah cinta kami dengan kesetiaan..
Ya Allah Ya Mujibu Da'awat..
Kabulkanlah impian cinta kami..
Persatukan kami hingga kelak tiba saatnya..
Agar kami setia hingga sampai ke SurgaMu..
MUHAMMAD NURUL ADIB
-
Thursday, April 30, 2015
Mahabbah Cinta
Ya Robbi..
Kau fitrahkan pada kami akan sebuah rasa..
Cinta dan sayang yang merengkuh kami berdua..
Tak dapat ku tepiskan semua..
Tak dapat pula ku munafikkan adanya..
Ya Allah sang pemilik hati..
Cinta ini hadir atas kehendakMu..
Sayang ini tumbuh atas kuasaMu..
Tak berdaya kala rindu melanda..
Hanya do'a yang bisa ku pinta..
Lindungilah hati kami berdua..
Dari godaan yang datang menerpa..
Janganlah membutakan mata,
Jangan pula menulikan telinga..
Dari berpaling ke fatamorgana dunia..
Ya Allah..
Aku tidaklah semulia khadijah,
Tidak pula setaqwa Aisyah,
Dan mungkin tak setabah Fatimah,
Apalagi secantik Zulaikha..
Tak perlulah dia setampan Nabi Yusuf,
Juga berharta seluas berbendaharaan Nabi Sulaiman,
Atau kekuasaan seluas Kerajaan Nabi Muhammad,
Yang mampu mendebarkan hati jutaan wanita,
Untuk dapat membuatku terpikat..
Cukuplah hati kami tertaut padaMu..
Yang memiliki dan menguasai seluruh alam..
Jaga cinta ini dalam naunganMu..
Hanya ridho dari harap padaMu,
Cintakanlah kami atas dasar cintaMu..
Hadirku kan menguatkan cintanya PadaMu..
Hadirnya jua kuatkan cintaku padaMu..
Agar bersama kami berjalan menuju jalanMu..
Aamiin..
MUHAMMAD NURUL ADIB
Kau fitrahkan pada kami akan sebuah rasa..
Cinta dan sayang yang merengkuh kami berdua..
Tak dapat ku tepiskan semua..
Tak dapat pula ku munafikkan adanya..
Ya Allah sang pemilik hati..
Cinta ini hadir atas kehendakMu..
Sayang ini tumbuh atas kuasaMu..
Tak berdaya kala rindu melanda..
Hanya do'a yang bisa ku pinta..
Lindungilah hati kami berdua..
Dari godaan yang datang menerpa..
Janganlah membutakan mata,
Jangan pula menulikan telinga..
Dari berpaling ke fatamorgana dunia..
Ya Allah..
Aku tidaklah semulia khadijah,
Tidak pula setaqwa Aisyah,
Dan mungkin tak setabah Fatimah,
Apalagi secantik Zulaikha..
Tak perlulah dia setampan Nabi Yusuf,
Juga berharta seluas berbendaharaan Nabi Sulaiman,
Atau kekuasaan seluas Kerajaan Nabi Muhammad,
Yang mampu mendebarkan hati jutaan wanita,
Untuk dapat membuatku terpikat..
Cukuplah hati kami tertaut padaMu..
Yang memiliki dan menguasai seluruh alam..
Jaga cinta ini dalam naunganMu..
Hanya ridho dari harap padaMu,
Cintakanlah kami atas dasar cintaMu..
Hadirku kan menguatkan cintanya PadaMu..
Hadirnya jua kuatkan cintaku padaMu..
Agar bersama kami berjalan menuju jalanMu..
Aamiin..
MUHAMMAD NURUL ADIB
Monday, April 27, 2015
Follow my instagram and my twitter account
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..
Selamat Malam :)
Hanya ingin menyapa bagaimana kabar kalian? semoga baik baik saja :)
Yuk, kita berteman! mari jalin hubungan silahturohim kita..
Follow :
Instagram : Sekarsekarputri
Twitter : @Namaku_Sekaar and @Namaku_Sekar
Facebook : Sekar Wangi Wahyuni Putri
Thanks ;)
Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Selamat Malam :)
Hanya ingin menyapa bagaimana kabar kalian? semoga baik baik saja :)
Yuk, kita berteman! mari jalin hubungan silahturohim kita..
Follow :
Instagram : Sekarsekarputri
Twitter : @Namaku_Sekaar and @Namaku_Sekar
Facebook : Sekar Wangi Wahyuni Putri
Thanks ;)
Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Sunday, April 26, 2015
Tulang Rusuk Ku
Tulang rusuk akan tetap kembali pada tempatnya..
Saling menemukan, itulah yang selalu kita semogakan..
Aku tidak mencarimu,
Kau pun juga begitu..
Kita ada karena do'a telah sanggup memenangkan..
Aku tak ingin terlalu cepat mengatakan
Kau tulang rusukku yang sempat hilang..
Tapi jika benar kau,
Semoga Allah dan semesta tak lagi memiliki cara untuk memisahkan..
Terima kasih untuk do'a dan usahamu,
Terima kasih untuk kesabaranmu..
Jangan lagi kemana-mana..
Menetaplah, sesulit apapun kita.
Mari berjuang bersama agar Allah benar merestui kita..
Aku ingin menang telak,
Setelah terlalu lama kita di pisahkan oleh jarak..
Kekasih,
Mencintaimu ialah sebagian dari bahagiaku..
Menyayangimu ialah sebagian dari caraku..
Menyayangi diri sendiri, memperjuangkanmu,
Ialah sebagian caraku berterima kasih kepada Allah,
Karena telah sebaik ini menghadirkanmu..
Kini tugasku hanyalah memperbaiki diri..
Memantaskan untuk pantas menjadi pendampingmu hingga seusai waktu..
Semoga kau tidak keberatan menjadi seseorang
Yang selalu ku perbincangkan kepada Allah..
Bersamakulah, sampai sehabis tua..
Mencintaimu, sama seperti aku mencintai diriku sendiri..
Menyakitimu, berpikirpun aku tidak.
Tetaplah disini, meski sulit kita temui..
Aku tidak ingin bahagia sendirian,
Aku butuh kau sebagai teman,
Teman hidup :')
MUHAMMAD NURUL ADIB
Friday, April 10, 2015
Bunda, I LOVE YOU.
Bunda..
Terimakasih atas semuanya..
Bunda tak pernah mengenal lelah untuk mendidikku..
Bunda tak pernah mengeluh..
Berkat bunda,
Sekarang aku bisa menjadi seorang anak yang kuat..
Kuat dalam masalah hati..
Kuat untuk menghadapi terjalnya perjalanan hidup ini..
Bunda selalu mengajarkan aku tentang keikhlasan..
Bunda selalu memberikan yang terbaik untukku..
Bunda..
Maafkan aku apabila aku pernah melukai hati bunda..
Maafkan aku bunda..
Aku sadar,
Aku sungguhlah egois..
Aku keras kepala..
Bunda..
Dibalik ke egoisanku..
Aku tak pernah sedikitpun berpikiran untuk menyakiti hati bunda..
Bunda..
Aku sangat menyayangimu..
Rasa sayangku tak mampu diukur kedalamanya..
Tak mampu di jamah dan tak mampu di takar kadarnya..
Rasa sayangku kepada bunda sangatlah besar..
Bahkan melebihi seisi dunia ini..
Aku hanya merasa canggung dan malu,
Ketika ingin memeluk bunda..
Karena aku merasa bahwa selama ini,
Aku sering berbuat salah pada bunda..
Bunda..
Anakmu ini sangat mencintaimu..
I LOVE YOU BUNDA
Terimakasih atas semuanya..
Bunda tak pernah mengenal lelah untuk mendidikku..
Bunda tak pernah mengeluh..
Berkat bunda,
Sekarang aku bisa menjadi seorang anak yang kuat..
Kuat dalam masalah hati..
Kuat untuk menghadapi terjalnya perjalanan hidup ini..
Bunda selalu mengajarkan aku tentang keikhlasan..
Bunda selalu memberikan yang terbaik untukku..
Bunda..
Maafkan aku apabila aku pernah melukai hati bunda..
Maafkan aku bunda..
Aku sadar,
Aku sungguhlah egois..
Aku keras kepala..
Bunda..
Dibalik ke egoisanku..
Aku tak pernah sedikitpun berpikiran untuk menyakiti hati bunda..
Bunda..
Aku sangat menyayangimu..
Rasa sayangku tak mampu diukur kedalamanya..
Tak mampu di jamah dan tak mampu di takar kadarnya..
Rasa sayangku kepada bunda sangatlah besar..
Bahkan melebihi seisi dunia ini..
Aku hanya merasa canggung dan malu,
Ketika ingin memeluk bunda..
Karena aku merasa bahwa selama ini,
Aku sering berbuat salah pada bunda..
Bunda..
Anakmu ini sangat mencintaimu..
I LOVE YOU BUNDA
Saturday, April 4, 2015
KERINDUAN KEPADA SANG PUJANGGA
Rasa gelisah yang tak pernah usai
Kini kegundahan semakin menguasai hati
Fikiranku diambang kehampaan..
Entah mengapa aku ini?
Aku merasa bahwa aku bagaikan butiran debu,
Keberadaanku tak pernah di hiraukan
Aku tersisih dari keramaian dunia luar
Dimana kini aku hanya bisa duduk terpaku sendirian..
Berbaur dengan keheningan malam yang sunyi senyap
Tak ada hal istimewa yang mampu merubah suasana..
Hening..Hening..Hening..
Sepi..Sepi..Sepi..
Aku benci kesunyian!
Ya Tuhan, kemanakah dia yang selalu menemaniku?
Kemanakah dia yang selalu menghiburku?
Hampa terasa tanpa kehadirannya..
Tiada lagi yang mampu mengobarkan suasana sepi..
Aku benar benar ingin kembali pada massa itu..
Dimana dia selalu ada untukku
Canda tawanya selalu terbayang-bayang
Dia selalu mempunyai cara untuk membuatku tersenyum..
Dengan kehadirannya saja aku sudah terbuai olehnya..
Susah sekali rasanya untuk berdiri sendiri tanpanya..
Aku sangat merindukannya..
Kala sepi menggelayuti jiwa,
Aku tak sanggup..
Aku tak sanggup untuk terjebak pada bayang bayang itu..
Yang ada hanya penyesalan yang menghapiriku..
Kala hampa terasa..
Hanya dirimulah yang aku rindukan..
Hanya dirimulah semangatku..
Nostalgia cukup sampai disini..
Aku akan bangkit dan memulai hidup baru
Kau akan selalu aku ingat,
Sampai kapanpun..
Jangan lupakan aku..
Ketika pandangan kita di batasi oleh waktu,
Hati kita tetap saling berpadu..
MUHAMMAD NURUL ADIB
Kini kegundahan semakin menguasai hati
Fikiranku diambang kehampaan..
Entah mengapa aku ini?
Aku merasa bahwa aku bagaikan butiran debu,
Keberadaanku tak pernah di hiraukan
Aku tersisih dari keramaian dunia luar
Dimana kini aku hanya bisa duduk terpaku sendirian..
Berbaur dengan keheningan malam yang sunyi senyap
Tak ada hal istimewa yang mampu merubah suasana..
Hening..Hening..Hening..
Sepi..Sepi..Sepi..
Aku benci kesunyian!
Ya Tuhan, kemanakah dia yang selalu menemaniku?
Kemanakah dia yang selalu menghiburku?
Hampa terasa tanpa kehadirannya..
Tiada lagi yang mampu mengobarkan suasana sepi..
Aku benar benar ingin kembali pada massa itu..
Dimana dia selalu ada untukku
Canda tawanya selalu terbayang-bayang
Dia selalu mempunyai cara untuk membuatku tersenyum..
Dengan kehadirannya saja aku sudah terbuai olehnya..
Susah sekali rasanya untuk berdiri sendiri tanpanya..
Aku sangat merindukannya..
Kala sepi menggelayuti jiwa,
Aku tak sanggup..
Aku tak sanggup untuk terjebak pada bayang bayang itu..
Yang ada hanya penyesalan yang menghapiriku..
Kala hampa terasa..
Hanya dirimulah yang aku rindukan..
Hanya dirimulah semangatku..
Nostalgia cukup sampai disini..
Aku akan bangkit dan memulai hidup baru
Kau akan selalu aku ingat,
Sampai kapanpun..
Jangan lupakan aku..
Ketika pandangan kita di batasi oleh waktu,
Hati kita tetap saling berpadu..
MUHAMMAD NURUL ADIB
Friday, April 3, 2015
Binar binar kesedihanku
Langit hitam menghampiriku..
Awan mendung kembali menaungi hati..
Entah mengapa kegundahan menyergapku..
Aku mulai mencoba menenangkan perasaan..
Dan mulai mencoba menata hati kembali..
Entah mengapa,
Setelah aku mendengar keputusanmu,
Seakan-akan petir mulai menyambar dengan ganasnya. .
Aku masih tak percaya..
Bahwa sebentar lagi kau akan meninggalkanku..
Ya,meskipun kau pergi untuk tholabul 'ilmi..
Dengan waktu yang cukup lama,
Apa aku bisa ya allah?
Apa aku bisa menahan rindu selama itu?
Ya Allah hanya engkau sandaranku..
Kau dan aku akan dipisahkan oleh jarak dan waktu..
Aku sedih..
Sedih karena aku akan jauh darimu..
Sedih karena aku tak mampu melihat paras indahmu lagi..
Senyuman manismu mungkin akan menjadi siluet dalam sepi..
Ya Allah..
Hanya dia yang menjadi Syifa'ul Qolbi ku..
Hanya dia Ya Allah..
Aku harus sanggup..
Ini demi masa depanmu..
Masa depanmu..Masa depanku..
Masa depan Kita :)
MUHAMMAD NURUL ADIB
Awan mendung kembali menaungi hati..
Entah mengapa kegundahan menyergapku..
Aku mulai mencoba menenangkan perasaan..
Dan mulai mencoba menata hati kembali..
Entah mengapa,
Setelah aku mendengar keputusanmu,
Seakan-akan petir mulai menyambar dengan ganasnya. .
Aku masih tak percaya..
Bahwa sebentar lagi kau akan meninggalkanku..
Ya,meskipun kau pergi untuk tholabul 'ilmi..
Dengan waktu yang cukup lama,
Apa aku bisa ya allah?
Apa aku bisa menahan rindu selama itu?
Ya Allah hanya engkau sandaranku..
Kau dan aku akan dipisahkan oleh jarak dan waktu..
Aku sedih..
Sedih karena aku akan jauh darimu..
Sedih karena aku tak mampu melihat paras indahmu lagi..
Senyuman manismu mungkin akan menjadi siluet dalam sepi..
Ya Allah..
Hanya dia yang menjadi Syifa'ul Qolbi ku..
Hanya dia Ya Allah..
Aku harus sanggup..
Ini demi masa depanmu..
Masa depanmu..Masa depanku..
Masa depan Kita :)
MUHAMMAD NURUL ADIB
Subscribe to:
Posts (Atom)